Elemen dan Prinsip Desain
Grafis
Elemen-Elemen Desain Grafis
· Garis
Garis merupakan dasar dari sebuah elemen desain grafis. Garis bisa lurus, melengkung, tebal, tipis, padat, dan terpotong-potong. Garis biasanya digunakan untuk menghubungkan dua titik, memisahkan objek desain, dan memfokuskan pada mata audiens. Penggambaran dari sebuah garis mengekspresikan emosi, perpindahan, pengorganisasian, dan lebih. Contohnya saja garis yang berakhir dengan panah memaksa mata penonton untuk melihat ke arah tertentu.
Pada desain vektor, garis memainkan faktor yang sangat penting, karena objek vektor tak lain adalah objek yang tersusun dari garis-garis.
· Tekstur
Elemen satu ini memiliki
fungsi salah satunya memberi penekanan pada objek. Penggunaan tekstur yang
tepat dapat memberikan makna tersendiri pada objek desain grafis. Tekstur
dapat berfungsi sebagai latar belakang, meningkatkan tampilan keseluruhan, dan
menambahkan karakter ke elemen lain.
· Warna
Warna berfungsi menarik perhatian dan menyampaikan
emosi dan suasana hati. Penting sekali untuk mempelajari psikologi warna.
Contohnya warna merah menggambarkan keberanian, kekuatan, atau kemarahan dan
biru menggambarkan perdamaian atau keamanan.
Desainer grafis biasanya menggunakan dua pokok mode warna: RGB (Red-Green-Blue) dan CMYK (Cyan-Magenta-Yellow-Black). Mode RGB menggunakan tiga komponen warna; merah, hijau, biru sedangkan CMYK menggunakan empat komponen warna. Keduanya penting karena memiliki fungsi tersendiri. RGB untuk desktop publishing, CMYK untuk kepentingan percetakan.
· Nilai/Value
Nilai mengacu pada pencahayaan atau kegelapan dari area tertentu. Nilai dapat digunakan untuk penekanan. Variasi dalam nilai digunakan untuk membuat titik fokus untuk suatu desain. Misalnya, objek terang dengan latar belakang gelap menarik perhatian pemirsa.
·
Ukuran
Ukuran elemen dalam desain grafis umumnya menunjukkan kepentingannya. Informasi yang paling penting biasanya yang terbesar pada halaman dan menarik perhatian audiens terlebih dahulu
Prinsip-Prinsip Desain Grafis
Perlu teman-teman ketahui, tidak ada kesepakatan yang benar-benar nyata dalam komunitas desainer mengenai prinsip-prinsip sebenarnya dalam desain grafis. Prinsip berikut adalah yang paling sering disebutkan dalam artikel dan buku.
·
Keseimbangan
Desain grafis yang bagus dapat mencapai
keseimbangan denga menggunakan salah satu atau semua tiga dasar keseimbangan
berikut ini sebagai patokan:
- Symmetrical balance, kedua
sisi tata letak halaman memiliki bobot, bentuk, garis, dan elemen lainnya
yang sama.
- Asymmetrical balance, terjadi
ketika kedua sisi tidak sama, tetapi mereka memiliki elemen serupa.
- Radial symmetry, menempatkan
elemen dalam pola melingkar.
Kadang-kadang, seorang desainer grafis sengaja menghasilkan desain yang tidak seimbang, biasanya untuk memusatkan perhatian pada satu elemen. Sebelum mengetahui hal ini kamu perlu mengetahui aturan-aturan lainnya dalam desain supaya hasilnya baik.
·
Kontras
Kekontrasan atau kontras mengacu mengenai bagaimana perbedaan elemen-elemen dalam suatu desain, terutama yang berdekatan. Perbedaan-perbedaan inilah yang membuat elemen tampak menonjol. Prinsipnya adalah negasi, di mana sebuah objek bakal tampak jelas akibat objek lain yang menegasikannya (berkebalikan kualitas).Kontras yang buruk dapat membuat khususnya desain yang berupa teks menjadi sulit dibaca.
· Kesatuan/Unity
Kesatuan berhubungan dengan kualitas akhir yang dicapai seorang desainer grafis. Walaupun desain tersebut terdiri dari beragam elemen yang berbeda, namun semuanya tetap berada dalam suatu kesatuan makna, yaitu satu pesan tertentu yang ingin dikomunikasikan oleh desainernya.
·
Kontinuitas/Continuity
Kontinuitas berhubungan dengan kualitas untuk mempertahankan kesamaan ide/nuansa dari objek-objek penyusun desain. Sehingga diharapkan audiens bisa memperoleh suasana yang sama dan tak kehilangan pegangan saat menjelajahi desain tersebut.
·
Hierarki/Hierarchy
Hierarki
atau urutan dalam suatu desain adalah prinsip lain dalam dunia desain yang
berkaitan dengan pengaplikasian desain dalam suatu website. Ini mengacu pada
pentingnya suatu elemen dalam desain. Elemen yang terpenting harus ditunjukkan
pula seberapa pentingnya. Hierarki biasanya diilustrasikan dengan penggunaan
title dan heading. Judul halaman harus diberi yang paling penting, dan
oleh karena itu harus segera dikenali sebagai elemen paling penting pada suatu
halaman. Judul dan subjudul harus diformat dengan cara yang menunjukkan
kepentingannya dalam hubungannya satu sama lain serta dalam kaitannya dengan
judul dan salinan tubuh.
· Pengulangan/Repetition
Repetisi atau
pengulangan berkaitan dengan penggunaan objek-objek dengan tipe yang sama
sebagai bagian penting dari desain. Seringkali penggunaan elemen-elemen secara
repetitif terbukti efektif untuk menumbuhkan kesadaran di benak audiens
mengenai pesan yang dimaksud.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar